Blogroll

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Google Pagerank Powered by  MyPagerank.Net
free counters
English French German Spain Italian Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified

15 November 2010

TAHAMMUL WA Al-ADA’


TAHAMMUL WA Al-ADA’
(Metode Penerimaan Hadits dan Penyampaiannya)

A.    Pendahuluan
Penghimpunan dan periwayatan hadits tidak bersifat konvensional, tetapi dihimpun dan diriwayatkan melalui tulisan dan riwayat dengan beragam bentuknya berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang paling akurat. Suatu hadits tidak akan diterima, kecuali bila pembawanya memenuhi syarat-syarat yang amat rumit yang telah ditetapkan oleh ulama, dan yang mereka jelaskan secara lengkap di dalam buku-buku Ushulul Hadits.
 Ulama tidak meninggalkan sesuatu pun yang berkaitan dengan hadits Rasulullah SAW kecuali mereka jelaskan. Sampai-sampai ada di antara mereka yang mengatakan: Ilmu-ilmu hadits itu telah matang sampai terbakar, karena banyaknya pengabdian dan perhatian serius ulama.
Untuk memahami ilmu hadits ulama telah memberikan kontribusi yang besar dalam menyusun ilmu-ilmu yang memiliki pengaruh besar terhadap pemeliharaan, penjelasan, pemahaman dan pengenalan terhadap para perawi hadits. Yang disusun oleh ulama dalam bentuk beragam karya  sampai masing- masing ilmu bisa berdiri sendiri. Ilmu-ilmu itu tumbuh dalam waktu yang hampir bersamaan dan saling berkaitan.
Adapun terma-terma yang dibuat oleh ulama sebagai hasil penerapan ilmu-ilmu itu dan kaidah-kaidahnya serta hasil dan pengklasifikasian mereka terhadap hadits menjadi shahih, hasan, dha’if dan jenis-jenisnya, seperti mursal, mauquf, maqtu’ dan lain-lain.
Adapun salah satu ilmu yang sangat penting yang memiliki pengaruh besar terhadap pemeliharaan, penjelasan, pemahaman dan pengenalan terhadap para perawi hadits adalah tahammul wa ‘ada’ul hadist yang akan kita bahas dalam makalah ini.
         Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam studi periwayatan hadist, persoalan bentuk periwayatan juga menjadi isu yang krusial. Hal ini karena perdebatan masalah tersebut juga berimplikasi terhadap keautentikan suatu hadist. Dengan demikian apakah periwayatan suatu hadist harus dengan lafadz (teks) yang persis disampaikan Nabi SAW ataukah cukup dengan maknanya saja, menjadi isu penting dikalangan ulama hadist. Dalam makalah ini Insya Allah, penulis juga akan mengupas seputaran periwayatan suatu hadits
Selengapnya dapat dilihat di My Google Docs
Salam Pemadu Kata

3 Komentar:

Sangat bermanfaat broo...
semoga dengan mengetahui metode penerimaan dan penyampaian hadits ini semakin berhati2 kita dalam menerima dan menyampaikan hadis...

Salam

sunggu sangat bermanfaat kakak ...
dengan adanya makala yang kaka cantumkan ... saya dapat membantu pemateri yang membawakan/mempersentasekan makalanya ...

penjelasan tentang TAHAMMUL WA'AL-ADA' sangat jelas ...
mudah untuk d pahami ...

salam

Allahumma...semoga bermanfaat bagi umat beriman...

Posting Komentar

Ihkwan Fillah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More