Blogroll

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Google Pagerank Powered by  MyPagerank.Net
free counters
English French German Spain Italian Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified

30 November 2010

Usman Jambak
Momentum Wisuda S1 (30 Agustus 2008)
Wisuda Adikku (Bandung, 17 Juli 2010)
Kampus MTI Pasia
Kampus IAIN Imam Bonjol Padang
Photo Bareng Sehabis Praktek Peradilan di PA Padang
Pelantikan Pengurus IKAMTI-P (Ikatan Alumni MTI Pasia)
Dengan al-Mukarram Buya H. Awiskarni Husin

26 November 2010

Catatan Kecil Perjalanan MTQ ke-34 Kabupaten Agam


* Alhamdulillah tulisan ini juga di publish di Koran Digital

Rahma Maulidya (Ponakanku) salah seorang kafilah Kec. Canduang pada MTQ 34 Kab. Agam dan Alhamdulillah...tampil sebagai terbaik I (satu) Tingkat Tartil Dasar
Kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Kabupaten Agam yang ke XXXIV sedang berlangsung sekarang yang yang diagendakan mulai tanggal 22-26 November 2010 di Nagari Sungai Pua. Penyelenggaraan MTQ ini tentunya bagi kita umat Islam, diharapkan mampu memberikan secercah harapan bagi penanaman kembali nilai-nilai Quran di lapisan masyarakat yang barangkali penulis lebih senang membahasakan dengan “Memasyarakatkan Alquran dan mengqurankan masyarakat”.

Dengan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran ini diharapkan gizzah Islam yang hampir punah di kalangan masyarakat terbangkitkan kembali sehingga Alquran betul-betul lekat pada diri masyarakat dan dengan sendirinya prilaku masyarakatpun akan terarah menuju prilaku yang qurani.

Harapan kita kegiatan ini tidak hanya sekedar seremonial atau bahkan pelaksanaan program pemerintahan (dalam hal ini Kemenag) semata. MTQ adalah momentum yang tepat untuk menumbuhkan kembali semangat keislaman dan semanagat Persatuan Umat Islam yang saat ini sedang mengalami masa krisis, di mana Alquran hanya sebatas ditenggorokan, belum menyentuh qalbu. Semangat baru inilah yang akan menanamkan kembali nilai-nilai Islam di kalangan umat Islam.
MTQ Tingkat Kabupaten Agam harus kita maknai sebagai ajang atau momentum pengaktualisasian ajaran Islam dalam peri kehidupan kita, sebagaimana kita sadar dan paham bahwa ajaran Islam itu kaffah, melingkup seluruh aspek kehidupan, mulai dari tataran teori sampai tataran praktek. Maka oleh karena itulah, MTQ merupakan ajang yang tepat untuk proses pengaktualisasian ajaran Isam.

Pada lahiriyahnya MTQ memang mempertemukan para kafilah utusan Kecamatan masing-masing untuk saling bertarung, mengeluarkan semua kemampuan yang ada untuk memperoleh hasil terbaik. Namun, pada hakikatnya bukan persoalan kalah ataupun menang tetapi bagaimana menumbuhkan jiwa qur’ani dalam diri setiap individu yanag disentuh dengan berbagai macam alunan nan merdu setiap pelafal ayat suci al-Qur’an serta menumbuhkan rasa ukhuwah islamiyah, sebagaimana firman Allah:
“Innamal Mukminu na Ikhwah” (Qs. Al-Hujurat: 49)

Oleh karena itu sangat penting memupuk rasa ukhuwah, saling mengenal dan mempelajari kelebihan dan keunggulan masing-masing. Rasanya, sangat picik jika hanya orientasi kita adalah menang dalam kompetisi yang luhur ini. (UJ)

19 November 2010

About Me

Assalamu'alaikum Wr. Wb....

Nama saya, Usman (singkat, padat, tepat) asli pemberian orang tua. Saya dilahirkan disebuah kampung kecil di Lereng Gunung Merapi (Sumatera Barat) bukan Gunung Merapi yang di Sleman, Yogyakarta lho... Masa kecil saya lalui dengan penuh suka cita, ketika masih berumur 4 (empat tahun) saya sudah ditinggal oleh orang tua laki-laki, bukan karena kawin lagi atau cerai dengan Ibunda tercinta melainkan karena meninggal dunia. tinggallah Ibunda seorang yang membesarkan saya baik jasmani maupun rohani saya hingga saat ini.
Kampung saya orang namakan dengan LASI (entah apa filosofinya saya juga tidak tahu....) tapi satu yang jelas saya suka dan bersyukur dilahirkan di daerah ini.
Saya adalah orang yang sangat mencintai orang tua saya, beliau "Bapak" sekaligus "Ibu" bagi saya, tekad saya ingin melihat guratan terindah di wajahnya melihat belahan jiwa, sijantung hatinya mampu membuat kebanggaan pada dirinya.....

Ya Allah....panjangkan umur ibuku dan izinkan ibuku melihat keberhasilan anaknya

Pendidikan dasar saya lalui di Sekolah Dasar Negeri No. 18 Lasi Mudo (Sekarang SDN 06 Lasi), setamat di sana saya nyantri selama 7 (tujuh) tahun di Ponpes MTI Pasir, di sini saya belajar agama, ilmu alat dan pengetahuan umum di bawah bimbingan seorang Guru yang sangat saya hormati, beliau Buya H. Awiskarni Husein, seorang yang fakih dalam madzhab asy-Syafi'i.

Kampus MTI Pasia
Setelah menamatkan study di Pesantren MTI Pasir ini, pengembaraan saya lanjutkan ke Padang, yang saya tuju adalah Institut Agama Islam Negeri Padang dan alhamdulillah...untuk masuk perguruan tinggi ini saya tidak melalui tes (bukan karena KKN lho...). Saya masuk jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syari'ah IAIN Imam Bonjol Padang pada tahun 2004 dan Alhamdulillah...selesai tahun 2008 dengan prediket Cum Laude (he...he....bukan nyombong ya). Selama jadi Mahasiswa, saya aktif HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) Cabang Padang, Namun..sayang saya tidak sempat mengikuti Intermediet Training (LK II istilah HMI-nya) karena berbagai faktor penghalang waktu itu, namun satu hal yang pasti perhatian dan komitmen saya tahan uji terhadap organisasi mahasiswa tertua ini.

Setelah 2 (dua) tahun mencari ilmu di luar arena "Kampus", akhirnya memaksa saya kembali ke dunia kampus, entah karena saya anggap sesuatu yang saya cari di luaran tidak ketemu, entah karena memang kerinduan terhadap ilmu itu sendiri, namun yang pasti saya adalah orang yang mencintai ilmu karena saya memahami sabda Rasulullah sebagai panutan "Utlubul ilmi minal mahdi ilal Lahdi".

Kampus IAIN Imam Bonjol Padang
Tahun 2010 saya masuk Pasca Sarjana IAIN Imam Bonjol Padang dengan konsentrasi Syari'ah (linear dengan S.1 saya...) dan Alhamdulillah...juga tanpa tes.

Saya hanyalah seorang yang biasa yang biasa belajar dari sesuatu yang saya anggap baik, meskipun hal itu aneh bagi sebagian orang. Dalam dunia Blogger saya sudah memulainya semenjak 2005, saya sudah coba dengan berbagai hosting free dan akhirnya kembali lagi ke "janda lama".



15 November 2010

TAHAMMUL WA Al-ADA’


TAHAMMUL WA Al-ADA’
(Metode Penerimaan Hadits dan Penyampaiannya)

A.    Pendahuluan
Penghimpunan dan periwayatan hadits tidak bersifat konvensional, tetapi dihimpun dan diriwayatkan melalui tulisan dan riwayat dengan beragam bentuknya berdasarkan kaidah-kaidah ilmiah yang paling akurat. Suatu hadits tidak akan diterima, kecuali bila pembawanya memenuhi syarat-syarat yang amat rumit yang telah ditetapkan oleh ulama, dan yang mereka jelaskan secara lengkap di dalam buku-buku Ushulul Hadits.
 Ulama tidak meninggalkan sesuatu pun yang berkaitan dengan hadits Rasulullah SAW kecuali mereka jelaskan. Sampai-sampai ada di antara mereka yang mengatakan: Ilmu-ilmu hadits itu telah matang sampai terbakar, karena banyaknya pengabdian dan perhatian serius ulama.
Untuk memahami ilmu hadits ulama telah memberikan kontribusi yang besar dalam menyusun ilmu-ilmu yang memiliki pengaruh besar terhadap pemeliharaan, penjelasan, pemahaman dan pengenalan terhadap para perawi hadits. Yang disusun oleh ulama dalam bentuk beragam karya  sampai masing- masing ilmu bisa berdiri sendiri. Ilmu-ilmu itu tumbuh dalam waktu yang hampir bersamaan dan saling berkaitan.
Adapun terma-terma yang dibuat oleh ulama sebagai hasil penerapan ilmu-ilmu itu dan kaidah-kaidahnya serta hasil dan pengklasifikasian mereka terhadap hadits menjadi shahih, hasan, dha’if dan jenis-jenisnya, seperti mursal, mauquf, maqtu’ dan lain-lain.
Adapun salah satu ilmu yang sangat penting yang memiliki pengaruh besar terhadap pemeliharaan, penjelasan, pemahaman dan pengenalan terhadap para perawi hadits adalah tahammul wa ‘ada’ul hadist yang akan kita bahas dalam makalah ini.
         Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam studi periwayatan hadist, persoalan bentuk periwayatan juga menjadi isu yang krusial. Hal ini karena perdebatan masalah tersebut juga berimplikasi terhadap keautentikan suatu hadist. Dengan demikian apakah periwayatan suatu hadist harus dengan lafadz (teks) yang persis disampaikan Nabi SAW ataukah cukup dengan maknanya saja, menjadi isu penting dikalangan ulama hadist. Dalam makalah ini Insya Allah, penulis juga akan mengupas seputaran periwayatan suatu hadits
Selengapnya dapat dilihat di My Google Docs
Salam Pemadu Kata

11 November 2010

MISTERI 666 SIFAT LELAKI

Dari Grup Salam Ukhuwah on Facebook


sebelum Bobo:
6 minggu: selamat bobo sayang,mimpi indah ya, muach
6 bulan: tolong matiin lampunya, silau nih.
6 tahun : Kesana-an dong kamu tidur dempet2an kayak mikrolet gini sih?!

Pakai Toilet
6 minggu: ngga apa-apa, kamu duluan deh, aku ngga buru2 koq
6 bulan: masih lama ngga nih?
6 tahun: brug! brug! brug! (suara pintu digedor), kalo mau bertapa di gunung kawi sono

Balesin SMS:
6 minggu: iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku beli martabak kesukaanmu dulu ya
6 bulan: mct bgt di jln nih
6 tahun: ok. Cerewet

Mesra :
6 minggu: I love U, I love U, I love U.
6 bulan: Of course I love U.
6 tahun : Ya iyalah!! kalau aku tidak cinta kamu, ngapain nikah sama kamu??

Pulang Kerja:
6 minggu: Honey, aku pulang.
6 bulan : I'm BACK
6 tahun : :si mbok masak apa hari ini??

Hadiah (ulang tahun):
6 minggu : Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yang kubeli
6 bulan :Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan suasana ruang tengah
6 tahun :Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loe mau

Masakan:
6 minggu: Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu lezaattt...! !!
6 bulan: Kita makan apa malam ini??
6 tahun: HAH? MAKANAN INI LAGI?

Memaafkan:
6 minggu: Udah gak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi ya
6 bulan: Hati-hati! Nanti jatuh tuh.
6 tahun: KAMU GAK NGERTI2 YA DAH BERIBU2 KALI AKU BILANGIN

Baju baru:
6 minggu: Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan pakaian itu
6 bulan: Lho, kamu beli baju baru lagi?
6 tahun: BELI BAJU ITU HABIS BERAPA??

Rencana liburan:
6 minggu: Gimana kalau kita jalan-jalan ke tempat yg kamu mau honey?
6 bulan: Ke Surabaya naik bis aja ya gak usah pakai pesawat
6 tahun: JALAN-JALAN? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN UANG AJA

Dijalan
6 minggu: aduh jatuh ya yang? Hati2 yang
6 bulan: hati2 nanti luka
6 tahun: DIMANA SIH MATA LO!

Di cafe
6 minggu: suapin dong yang
6 bulan: bagi sesuap dong
6 tahun: GAK PUNYA TANGAN APA MINTA DISUAPIN MULU

Semoga bermanfaat bagi kita semua, baik yang telah berumah tangga maupun yang sedang dalam proses he...he...

Salam Pemadu Kata

4 November 2010

TUHANKU MURKA LAGI...

Sumber : Koran Digital

Masih sembab pipi ini karena tangisan kemaren….
Masih berlinang mata ini karena musibah kemaren…
Masih segar dalam ingatan ini karena porak porandanya singgasana kami…
Masih tersisa kepedihan karena derita setahun silam…
Masih ciut nyali ini karena murka-Mu kemaren…

Tuhan…
Sekarang tak tanggung-tanggung
Engkau lemparkan dua petaka sekaligus...
Di sini dan di sana…
Korban berjatuhan lagi…
Di sini dan di sana…
Bahkan tim evakuasi sendiripun
seakan Engkau halangi secepat mungkin memberikan pertolongan
Apakah ini wujud murka-Mu kepada kami yang tidak mau berubah?
Atau ini benar seperti kata-kata mereka?
Peristiwa ini hanya gelaja alam saja

Tuhan…
Barangkali memang kami hamba-Mu yang terbodoh…
Sudah sedemikian teguran-Mu…
Tapi kami tidak mau berkaca…
Tidak mau beri’tibar dengan semua ini…
Kami selalu pongah…
Dengan sejuta retorika…
Gejala Alamlah… Musibahlah…
Tanpa mau melampaui semua itu
Bahwa ini adalah sebuah teguran dari-Mu
Bukti sayang-Mu kepada kami…
Tuhan…
Ampuni kami…

Padang, 27 Oktober 2010

1 November 2010

Anugrah dan Bencana Adalah KehendakNya


Oleh: Usman Jambak

Alhamdulillah...........Tulisan Ini Juga di Publis di Koran Digital

Belum kering air mata kita dengan musibah yang terjadi di Wasior, Papua, Merapi memuntahkan lahar panasnya disusul dengan Gempa dan Tsunami yang meluluhlantakkan Mentawai. Apa gerangan pesan sang pencipta alam buat kita….???

Setiap musibah yang terjadi tersebut selalu merenggut nyawa, walaupun persiapan dan tingkat kewaspadaan sudah ditingkatkan. Toch…ternyata banyak juga anak-anak yang kehilangan bapaknya, suami kehilangan isterinya, isteri kehilangan suaminya….!!!

Dengan rasa keprihatinan kita dengan musibah bencana alam yang hampir setiap tahun / setiap saat terjadi yang kita sendiri tidak ada kepekaan hati nurani secara instink ataupun peralatan secanggih apapun.

Mari kita kilas balik perjalanan kehidupan kita, bagaimana tingkat keimanan kita kepada sang Khalik hari ini…?? Kalau kita boleh jujur, jam berapa kita sholat shubuh..?
Tidakkah kita tahu hakikat dan tujuan sholat tersebut, mari kita renungkan sabda Rasulullah berikut:
Shalat adalah tiang agama, barang siapa yang mengerjakannya berarti ia telah menegakkan agama, dan barang siapa meninggalkannya berarti ia telah meruntuhkan agama

Juga Sabda Rasul:

Barang siapa yang menunaikan shalat Subuh maka ia berada dalam jaminan Allah. Shalat Subuh menjadikan seluruh umat berada dalam jaminan, penjagaan, dan perlindungan Allah sepanjang hari. Barang siapa membunuh orang yang menunaikan shalat Subuh, Allah akan menuntutnya, sehingga Ia akan membenamkan mukanya ke dalam neraka. ” [HR Muslim, At-Tarmidzi dan Ibnu Majah]

Tanyakan kepada diri kita, sejauh mana kita memahami dan mengaplikasikan contoh kecil di atas dalam kehidupan ini.

Kita bahkan sering melantunkan tembangnya Ebiet G. Ade (Untuk Kita Renungkan)

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih
Suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara
Singkirkan debu yang masih melekat..

Singkirkan debu yang masih melekat..

Anugerah dan bencana adalah kehendakNya
Kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar
Adalah Dia di atas segalanya..

Adalah Dia di atas segalanya..

Anak menjerit-jerit, asap panas membakar
Lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman, hanya satu isyarat
Bahwa kita mesti banyak berbenah

Memang, bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan, masih banyak tangan
Yang tega berbuat nista... oh
Tuhan pasti telah memperhitungkan
Amal dan dosa yang kita perbuat
Kemanakah lagi kita kan sembunyi
Hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab
Mari, hanya tunduk sujud padaNya

hooo...hooo
hooo

Kita mesti berjuang memerangi diri
Bercermin dan banyaklah bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini
Berusahalah agar Dia tersenyum... ho..
du..du...du..du..du..
du..du..du..du..oh...
ho...ho...ho...
du..du..du..du..
Berubahlah agar Dia tersenyum

Pertanyaannya sudahkan kita merenung..?? sejauh mana perenungan tersebut…?? Dan apa yang kita peroleh dengan renungan tersebut

Imbauan kami kepada kalayak dan bangsa negeri ini seyogyanya kita entrospeksi diri dan tidak saling tuduh dan komentar yang sifatnya dzolim dan sok tahu .

Untuk hal tersebut diatas marilah luangkan waktu untuk tafaqur sejenak untuk memohon kepadaNya, dan untuk para arwah ynag terkena korban mari kita do'a kan dan marilah bagi Masjid/Surau/Langgar yang belum melakukan shalat Go'ib utuk melakukan shalat Go'ib dan semoga doa dan shalat kita diterima dan diridhoiNya (UJ)

Ihkwan Fillah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More