Blogroll

Msn bot last visit powered by MyPagerank.Net
Yahoo bot last visit powered by MyPagerank.Net
Google Pagerank Powered by  MyPagerank.Net
free counters
English French German Spain Italian Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified

14 Agustus 2012

Mekah Mini Lubuk Minturun

Harian Umum Interpos (08/08/2012)


Padang, Interpos
Kota Padang boleh dikatakan memiliki beraneka-ragam cagar budaya dan sejarah yang banyak menyuguhkan keindahan kota bagi setiap insan yang ingin memanjakan mata dan pikirannya. 

Tak dipungkiri, panorama alam tersebut menyimpan segudang makna dan kearifan lokal. Mulai dari keindahan alam yang terkemas dalam bentuk pantai yang memanjakan mata wisatawan sampai pada bangunan dan tempat yang menyimpan nilai sejarah dan budaya. Tak kalah ketinggalan juga di kota yang padat Muslim ini juga terdapat banyak objek wisata Islami.

Salah satu objek wisata Islami yang ada di kota ini adalah “Mekah Mini” yang terletak di kawasan Lubuak Minturun Kota Padang. Objek wisata islami yang lebih dikenal sebagai lokasi manasik haji ini, merupakan miniatur tanah suci Mekah, tempat seluruh umat Islam dari berbagai penjuru dunia menunaikan ibadah haji.
Jika dibandingkan dengan kondisi kota Mekah, iklim dan luasnya sungguh jauh berbeda. Namun, begitu memasuki kawasan ini, pancaran nuansa Islaminya sangat kental.
 
Seperti diketahui, kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam di Mina, wukuf (berdiam diri) di Padang Arafah. Kemudian pada tanggal 9 Dzulhijjah, bermalam di Muzdalifah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasi setan) pada tanggal 10, 11, dan 12 Dzulhijjah. Tahapan inilah yang diinterpretasikan melalui lokasi manasik haji, di kawasan Lubuak Minturun ini.

Pada pintu gerbang, terdapat tugu yang diatasnya terdapat Alquran raksasa yang terbentang megah. Di bagian depan kawasan ini, terdapat dua batu besar. Salah satunya bertuliskan nama pendiri lokasi manasik haji ini yaitu H.Nurli Zakir dan Hj. Asmaridha, tercantum tanggal pendirian lokasi ini tertanggal 13 Desember 2000 lalu.

Pemandangan bukit yang hijau, akan memanjakan mata setiap pengunjung yang melihatnya. Ditambah hamparan rumput, diselingi pasir layaknya padang pasir, dengan bebatuan besar yang menandakan setiap perhentian seorang muslim dalam menyelenggarakan ibadah haji. Di bagian pojok kiri kawasan ini, berdiri megah bangunan Masjid Nurzikrillah, yang digunakan oleh masyarakat untuk beribadah dan untuk manasik haji, karena di dalamnya dilengkapi dengan miniatur ka’bah. Namun amat disayangkan, menurut salah seorang penjaganya, Masjid ini hanya dibuka ketika waktu-waktu shalat saja.

Di tengah kawasan, terdapat sebuah jembatan kecil, yang di atasnya terdapat tiga buah tugu, melambangkan tempat umat Islam melempar jumrah, Al-Ula, Al-Wustha, Al-Aqabah. Di samping jembatan berwarna biru tersebut, kita akan menjumpai miniatur terowongan Mina, yang menjadi persinggahan saat menunaikan ibadah haji.

Sedangkan miniatur bukit Safa dan Marwah, yang menjadi tempat tahapan sa’i ibadah haji, atau berlari kecilpun ada di sini. Selain dijadikan tempat manasik haji, lokasi ini juga kerap didatangi masyarakat, untuk berwisata. 

“Biasanya kawasan ini ramai dikunjungi ketika libur sekolah atau pada saat lebaran” ungkap wiwit (25 th), penjaga kawasan ini.

Mekah mini yang didesain untuk objek wisata islami dan sarana manasik haji oleh pendiri dan pengelolanya ini, tak jarang disalah artikan pengunjung. Sering juga ditemukan sepasang muda-mudi di kawasan ini yang memadu asmara dan berjalan berduaan. **

0 Komentar:

Posting Komentar

Ihkwan Fillah

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More